Kamis, 17 Desember 2020

Polemik Virus Covid-19 Hingga Vaksin Gratis

 

Presiden Joko Widodo saat mengumumkan vaksin gratis. (sumber : setneg.go.id)

Virus corona secara resmi dilaporkan China kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 31 Desember 2019. Virus tersebut pertama kali terdeteksi di Wuhan, China. Pada kasus pertama di Wuhan terdapat 44 kasus dengan 11 pasien kritis, dan 33 pasien stabil.

Virus tersebut teridentifikasi bagian dari SARS (Severe Acute Respiratiry Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) yang termasuk virus corona jenis baru.

Lonjakan kasus di Wuhan semakin meningkat sebanyak 2000 kasus pada pertengahan Januari. Pada tanggal 25 Januari, Wuhan menetapkan Lockdown untuk menekan kasus penyebaran virus. Sementara itu, kasus penyebaran Covid-19 juga semakin meningkat diberbagai negara lain, tak terkecuali Indonesia.

Kasus pertama di Indonesia dilaporkan pada 2 Maret 2020 oleh presiden Joko Widodo. Sebelumnya, Indonesia sempat menepis kabar dideteksinya kasus pertama. Kasus pertama di Indonesia berasal dari dua warga Depok yang dilaporkan tertular dari warga negara Jepang.

Lonjakan kasus di Indonesia yang terkena Covid-19 semakin meningkat. Penyebaran terjadi di berbagai daerah, terutama ibukota. Pada 24 Agustus 2020, perkembangan kasus sembuh mengalami peningkatan sebanyak 3.560 orang. Angka ini merupakan tertinggi sejak kasus perdana pada 2 Maret 2020. Orang yang terinfeksi virus corona ada yang memiliki gejala atau tanpa gejala.

Peningkatan kasus positif di Indonesia terus meningkat. Vaksin merupakan salah satu cara untuk membendung penyebaran Covid-19 (virus corona). Sebuah laporan Studi dalam surat di New England Journal of Medicine.menyatakan, vaksin Covid-19 bisa melindungi tubuh dari virus selama kurang lebih 119 hari, atau sekitar tiga bulan.

Vaksin virus corona Sinovac tiba di Indonesia pada Minggu (6/12/2020). Vaksin akan dilakukan bertahap mulai Januari 2021. Jokowi memastikan vaksin yang akan diberikan ke masyarakat dan pemerintah gratis atau tidak dipungut biaya.

Hal tersebut diputuskan pada Rabu (16/12/2020) melalui rapat di Istana Negara. Keputusan diambil setelah menerima banyak masukan dari masyarakat dan mengkalkulasi ulang keuangan negara.

Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada seluruh kabinet, kementerian/lembaga, pemda untuk prioritaskan program vaksinasi tahun anggaran 2021. Disamping rencana vaksinasi gratis tersebut, Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mendorong pemerintah tetap memilih  vaksin virus corona (covid-19) yang memiliki tingkat efikasi atau kemanjuran di atas 90 persen dan tetap menjamin keamanan vaksin. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar