![]() |
| Presiden Joko Widodo saat mengumumkan vaksin gratis. (sumber : setneg.go.id) |
Virus corona secara resmi dilaporkan China kepada
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 31 Desember 2019. Virus tersebut pertama
kali terdeteksi di Wuhan, China. Pada kasus pertama di Wuhan terdapat 44 kasus dengan
11 pasien kritis, dan 33 pasien stabil.
Virus tersebut teridentifikasi bagian dari SARS (Severe
Acute Respiratiry Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) yang
termasuk virus corona jenis baru.
Lonjakan kasus di Wuhan semakin meningkat sebanyak 2000
kasus pada pertengahan Januari. Pada tanggal 25 Januari, Wuhan menetapkan
Lockdown untuk menekan kasus penyebaran virus. Sementara itu, kasus penyebaran Covid-19
juga semakin meningkat diberbagai negara lain, tak terkecuali Indonesia.
Kasus pertama di Indonesia dilaporkan pada 2 Maret 2020
oleh presiden Joko Widodo. Sebelumnya, Indonesia sempat menepis kabar dideteksinya
kasus pertama. Kasus pertama di Indonesia berasal dari dua warga Depok yang
dilaporkan tertular dari warga negara Jepang.
Lonjakan kasus di Indonesia yang terkena Covid-19 semakin
meningkat. Penyebaran terjadi di berbagai daerah, terutama ibukota. Pada 24
Agustus 2020, perkembangan kasus sembuh mengalami peningkatan sebanyak 3.560 orang.
Angka ini merupakan tertinggi sejak kasus perdana pada 2 Maret 2020. Orang yang
terinfeksi virus corona ada yang memiliki gejala atau tanpa gejala.
Peningkatan kasus positif di Indonesia terus meningkat. Vaksin
merupakan salah satu cara untuk membendung penyebaran Covid-19 (virus
corona). Sebuah laporan Studi dalam surat di New England Journal of
Medicine.menyatakan, vaksin Covid-19 bisa melindungi tubuh dari virus selama
kurang lebih 119 hari, atau sekitar tiga bulan.
Vaksin virus corona Sinovac tiba di Indonesia pada Minggu
(6/12/2020). Vaksin akan dilakukan bertahap mulai Januari 2021. Jokowi memastikan
vaksin yang akan diberikan ke masyarakat dan pemerintah gratis atau tidak dipungut
biaya.
Hal tersebut diputuskan pada Rabu (16/12/2020) melalui
rapat di Istana Negara. Keputusan diambil setelah menerima banyak masukan dari
masyarakat dan mengkalkulasi ulang keuangan negara.
Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada seluruh
kabinet, kementerian/lembaga, pemda untuk prioritaskan program vaksinasi tahun
anggaran 2021. Disamping rencana vaksinasi gratis tersebut, Epidemiolog dari
Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mendorong pemerintah tetap memilih
vaksin virus corona (covid-19) yang memiliki tingkat efikasi atau kemanjuran di
atas 90 persen dan tetap menjamin keamanan vaksin.

